Sabtu, 20 Juni 2020

How to fix "No Bootable Device"

HOW TO FIX NO BOOTABLE DEVICE
Tutorial in channel youtube
semoga dengan adanya vidio itu kalian terbantu

CONTOH KASUS SOAL FARMAKOTERAPI II

Kasus farmakoterapi

Schizophrenia
Setelah mengerjakan kasus ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui penyakit schizophrenia dan jenisnya 2. Mengetahui patofisiologi dari schizophrenia 3. Mengetahui etiologi dari schizophrenia 4. Mengetahui cara diagnose dari schizophrenia 5. Mengetahui terapi farmakologi dan non farmakologi dari penyakit schizophrenia 6. Mengetahui tujuan terapi dan mekanisme dari obat penyakit schizophrenia 7. Mengetahui monitoring terapi dari farmakoterapi penyakit schizophrenia  8. Mengetahui kemungkinan interaksi obat dari farmakoterapi penyakit schizophrenia 9. Mengetahui pencampuran intravena pada obat injeksi terapi schizophrenia

Skenario
Seorang mahasiswa S3 datang ke apotek anda. Dia mengeluhkan sedang stress berat dan pusing, moodnya sering berubah secara dratis dan merasakan bahwa diseluruh tubuhnya terasa seperti dikerubungi oleh serangga. Beberapa hari yang lalu merasakan sakit di seluruh tubuhnya karena tetangganya menyiramkan cairan kimia kedalam apartement nya, dan dia akan mendatangi tetangganya tersebut untuk melawan.
Mahasiswa tersebut menampung muntahannya dan membawanya kepada anda. Selain itu anda merasakan bau badan yang tercium dari mahasiswa tersebut.
Oleh anda, mahasiswa tersebut disarankan untuk mendatangi dokter spesialis jiwa, dan menurut diagnose, mahasiswa tersebut mengalami schizophrenia.
Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit schizophrenia 2. Jelaskan jenis-jenis schizophrenia 3. Jelaskan golongan obat untuk schizophrenia 4. Jelaskan mekanisme obat untuk penyakit schizophrenia 5. Jelaskan KIE pada pasien/keluarga pasien tersebut 6. Jelaskan monitoring obat pada pasien tersebut 7. Apakah terdapat potensi interaksi obat pada pasien tersebut 8. Jika terdapat obat injeksi, bagaimanakan pencampuran intravena pada pasien tersebut

Kasus farmakoterapi
PTSD
Setelah mengerjakan kasus ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui penyakit PTSD 2. Mengetahui patofisiologi dari PTSD 3. Mengetahui etiologi dari PTSD 4. Mengetahui cara diagnose dari PTSD 5. Mengetahui terapi farmakologi dan non farmakologi dari penyakit PTSD 6. Mengetahui tujuan terapi dan mekanisme dari obat penyakit PTSD 7. Mengetahui monitoring terapi dari farmakoterapi penyakit PTSD  8. Mengetahui kemungkinan interaksi obat dari farmakoterapi penyakit PTSD 9. Mengetahui pencampuran intravena pada obat injeksi terapi PTSD

Skenario
Tn J merupakan seorang pensiunan prajurit infanteri angkatan darat. Beliau pernah bertugas di suatu daerah konflik. Saat bertugas di daerah konflik, beliau pernah mendapatkan perintah untuk melakukan bumi hangus terhadap suatu desa. Dan beliau melaksanakan perintah tersebut dengan baik.
Sesaat setelah melakukan bumi hangus, Tn J melakukan penyisiran terhadap desa tersebut, dan beliau menemukan bahwa di desa tersebut banyak wanita, anak-anak, dan orangtua yang mati akibat bumi hangus yang beliau lakukan. Sebagian orang di desa tersebut yang masih hidup terlihat sekarat, menangis, berteriak karena kehilangan kaki, tangan, keluarganya. Kemudian beliau melihat mayat yang hancur akibat roket dan tersisa hanya tubuh bagian atasnya saja.
Sekitar 1 minggu sepulang dari daerah konflik, Tn J mengalami mimpi buruk, dalam mimpi buruknya orang-orang yang berada di desa yang beliau bumi hanguskan seakan kembali hidup. Dan hal ini terus berlanjut selama berbulan-bulan sampai Tn J takut untuk tidur dan mengganggu aktivitas kesehariannya.
Oleh dokter, Tn J didiagnosa Post Traumatic Stress Disorder ( PTSD )
Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit PTSD 2. Jelaskan jenis-jenis PTSD 3. Jelaskan golongan obat untuk PTSD 4. Jelaskan mekanisme obat untuk penyakit PTSD 5. Jelaskan KIE pada pasien/keluarga pasien tersebut 6. Jelaskan monitoring obat pada pasien tersebut 7. Apakah terdapat potensi interaksi obat pada pasien tersebut
8. Jika terdapat obat injeksi, bagaimanakan pencampuran intravena pada pasien tersebut

Kasus farmakoterapi
Bipolar
Setelah mengerjakan kasus ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui penyakit bipolar 2. Mengetahui patofisiologi dari bipolar 3. Mengetahui etiologi dari bipolar 4. Mengetahui cara diagnose dari bipolar 5. Mengetahui terapi farmakologi dan non farmakologi dari penyakit bipolar 6. Mengetahui tujuan terapi dan mekanisme dari obat penyakit bipolar 7. Mengetahui monitoring terapi dari farmakoterapi penyakit bipolar  8. Mengetahui kemungkinan interaksi obat dari farmakoterapi penyakit bipolar 9. Mengetahui pencampuran intravena pada obat injeksi terapi bipolar

Skenario
Ny I berusia 35 tahun. Dikenal sebagai orang yang ceria oleh teman-temannya, namun seringkali mengalami perubahan mood yang sangat cepat, dari kondisi ceria kepada kondisi sedih sampai menangis. Kondisi ini dirasakan akhir-akhir ini lebih sering terjadi dan sangat menaggangu aktivitas dari Ny I
Diketahui bahwa nenek Ny I mengalami hal yang sama dengan Ny I. oleh dokter didiagnosa bipolar
Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit bipolar 2. Jelaskan jenis-jenis bipolar 3. Jelaskan golongan obat untuk bipolar 4. Jelaskan mekanisme obat untuk penyakit bipolar 5. Jelaskan KIE pada pasien/keluarga pasien tersebut 6. Jelaskan monitoring obat pada pasien tersebut 7. Apakah terdapat potensi interaksi obat pada pasien tersebut 8. Jika terdapat obat injeksi, bagaimanakan pencampuran intravena pada pasien tersebut



Kasus farmakoterapi
demensia
Setelah mengerjakan kasus ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui penyakit demensia dan jenisnya 2. Mengetahui patofisiologi dari demensia 3. Mengetahui etiologi dari demensia 4. Mengetahui cara diagnose dari demensia 5. Mengetahui terapi farmakologi dan non farmakologi dari penyakit demensia 6. Mengetahui tujuan terapi dan mekanisme dari obat penyakit demensia 7. Mengetahui monitoring terapi dari farmakoterapi penyakit demensia  8. Mengetahui kemungkinan interaksi obat dari farmakoterapi penyakit demensia 9. Mengetahui pencampuran intravena pada obat injeksi terapi demensia

Skenario
Bapa G pensiunan PNS berusia 65 tahun. Bebeerapa waktu terakhir sering lupa menyimpan kunci mobil dan beberapa barang lainnya. Selain itu, bapa G juga seringkali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, sering lupa kata-kata tertentu dan berbicara atau mengobrol dengan kalimat tidak lengkap.
Bapa G mengalami hal ini setelah mengalami serangan TIA satu tahun sebelumnya. Oleh dokter didiagnosa demensia vaskular
Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit demensia 2. Jelaskan jenis-jenis demensia 3. Jelaskan golongan obat untuk demensia 4. Jelaskan mekanisme obat untuk penyakit demensia 5. Jelaskan KIE pada pasien/keluarga pasien tersebut 6. Jelaskan monitoring obat pada pasien tersebut 7. Apakah terdapat potensi interaksi obat pada pasien tersebut 8. Jika terdapat obat injeksi, bagaimanakan pencampuran intravena pada pasien tersebut







Kasus farmakoterapi
parkinson
Setelah mengerjakan kasus ini, mahasiswa diharapkan :
1. Mengetahui penyakit parkinson 2. Mengetahui patofisiologi dari parkinson 3. Mengetahui etiologi dari parkinson 4. Mengetahui cara diagnose dari parkinson 5. Mengetahui terapi farmakologi dan non farmakologi dari penyakit parkinson 6. Mengetahui tujuan terapi dan mekanisme dari obat penyakit parkinson 7. Mengetahui monitoring terapi dari farmakoterapi penyakit parkinson  8. Mengetahui kemungkinan interaksi obat dari farmakoterapi penyakit parkinson 9. Mengetahui pencampuran intravena pada obat injeksi terapi parkinson

Skenario
Ny L usia 67 seorang penulis buku. Dia dilarikan ke rumah sakit, kemudian dirujuk ke bagian saraf. Dia mengalami kesulitan ketika berdiri dan berjalan.
8 bulan sebelumnya Ny L mengeluhkan tangan kirinya seringkali bergetar atau tremor, dan beberapa waktu terakhir menjalan ke bagian kaki kirinya. Oleh dokter didiagnosa mengalami parkinson
Pertanyaan
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan penyakit parkinson 2. Jelaskan jenis-jenis parkinson 3. Jelaskan golongan obat untuk parkinson 4. Jelaskan mekanisme obat untuk penyakit parkinson 5. Jelaskan KIE pada pasien/keluarga pasien tersebut 6. Jelaskan monitoring obat pada pasien tersebut 7. Apakah terdapat potensi interaksi obat pada pasien tersebut 8. Jika terdapat obat injeksi, bagaimanakan pencampuran intravena pada pasien tersebut


CARA CEPAT MEMBUAT DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS
Bisa di ikuti caranya di tutorial channel youtube saya. kunjungi channel saya . terima kasih
Terimakasih telah menonton jangan lupa subscribe yahh

PATOFISIOLOGI ASMA

           Alergen (kecoal, serbuk sari, debu, ddl) masuk terhirup oleh hidung terjadi reaksi hipersensitivitas tipe 1. alergen yang masuk akan dikenali oleh APC (Antigen Precenting Cell) yaitu magrofag sehingga terjadi pengeluaran IL6 (Interleukin 6) &  IL1 (Interleukin 1) sehingga terjadi aktivitas adaftif imunitas mengeluarkan TH-2 (T Helper 2).TH-2 (T Helper 2) ini akan mengeluarkan  IL4 (Interleukin 4) yang mengaktivasi B-cell untuk membentuk Ig-E. Ig-E yang telah terbentuk terjadi di cell mast,Ikatan tersebut penuh dan tergranulasi sehingga keluar histamin, prostaglandin, & leukotrien yang berikatan dibronkus sehingga bronkus menyempit/mengecil dan terjadilah sesak.


CARA CEPAT MEMBUAT DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS
Bisa di ikuti caranya di tutorial channel youtube saya. kunjungi channel saya . terima kasih
Terimakasih telah menonton jangan lupa subscribe yahh


CARA CEPAT MEMBUAT DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS


CARA CEPAT MEMBUAT DAFTAR ISI SECARA OTOMATIS
Bisa di ikuti caranya di tutorial channel youtube saya. kunjungi channel saya . terima kasih


Terima kasih telah menonton jangan lupa subscribe yahh

Senin, 31 Desember 2018

Kunjungan Industri Kefarmasian


Kunjungan Industri ke PT. Sidomuncul
Waktu   : selasa, 11 desember 2018
Jam        : 09:00 – 12:30 WIB

Penyambutan pihak pertama dari PT. Sidomuncul. Dan memberikan sedikit perkenalan . Pt sidomuncul ini pada tahun 1940 dikelola di Yogyakarta.Pt sidomuncul didukung lebih dari 2000 karyawan dengan tingkat pendidikan yang berfariasi & ditempatkan sesuai dengan keahlian dan kapasitas masing-masing.
Pada ruang pertama (Gudang bahan) Penerimaan bahan baku simplisia . Bahan-bahan tersebut ada yang berasal dari sekitar pabrik da nada yang dari luar pulau contohnya kayu pasak bumi dari Kalimantan, buah pala lonjong dari papua  dan Sulawesi. Bahan yang masuk dari manapun akan terlebih dahulu masuk ke team quality control. Team QUC akan mengambil sample dilihat secara visual dan dibawa ke lab. Jika syarat sudah sesuai akan dinyatakan lolos dan di terima . jika tidak akan ditolak/ di reject. Bahan tersebut di sortir- pencucian –ekstraksi.Untuk menjaga keamananmutu PT. sidomuncul menggunakan system first in first out.
Tantangan/masalah muncul/ kendala dalam pengumpulan bahan
  • ·         Tidak selalu semua bahan ready setiap hari karena
  • ·         Transfortasi pabrik
  • ·         Jarak
  • ·         Musim
  •        Gagal panen.dll
PT sidomuncul sangat mengutamakan keamanan produk
Terdapat juga gudang bahan baku non simplisia contohnya gula pasir, madu dan lain lain dengan system first in first out atau yang pertama masuk dan pertama keluar
Contoh produk yang dibuat oleh PT sidomuncul
  • ·         Tolak angin dair dan permenya
  • ·         Tolak angin anak
  • ·         Tolak linu herbal
  • ·         Kukubima
  • ·         Suhu Jahe
  • ·         Kopi Jahe, Dll
              Ada vidio keseruannya juga di argo wisata sidomuncul. Bisa di tonton vidionya di channel saya hihihi makasih




Kegiatan kedua : Berkunjung ke RSUD Kariadi
Waktu   : 13:30- 16:30 WIB
Terdapat banyak Depo farmasi di RS Kariadi
  • ·         Depo farmasi rawat jalan (Merpati)
  • ·         Depo farmasi gawat darurat
  • ·         Depo farmasi rajawali
  • ·         Depo farmasi rawt intensif
  • ·         Depo farmasi bedah sentral
  • ·         Depo farmasi pavilion garuda
  • ·         Depo farmasi jantung (elang)
  • ·         Depo farmasi sitostatika
  • ·         Handling sitostatika
  • ·         Handling intravena
  • ·         Depo farmasi radiofarmasi
d     

Senin, 09 Oktober 2017

HDL

PEMBAHASAN
Pada pemeriksaan HDL kolestrol dari sampel serum sendiri rizki (19) dengan metode reaksi enzimatik dengan prinsip Prinsip kerja HDL metode langsung Kilomikron, VLDL dan LDL dihancurkan secara khusus melalui reaksi enzimatik. Kolesterol yang tertinggal dari fraksi HDL diukur melalui reaksi enzimatik khusus oleh adanya surfactant spesifik HDL.High-Density Lipoprotein (HDL) merupakan salah satu dari lima kelompok utama Lipoprotein yaitu : kilomikron, VLDL, IDL, LDL, dan HDL, yang memungkinkan tranportasi lemak seperti kolesterol dan trigliserida sekitar sel, termasuk darah. Kolesterol HDL juga dikenal dengan kolesterol “baik”.
Kadar kolesterol merupakan ukuran penting kesehatan, yaitu dengan menurunkan kolesterol, akan tetapi penting untuk diingat bahwa meningkatkan kolesterol HDL dapat mengurangi resiko penyakit jantung.Kolestrol HDL disebut lemak yang baik karena bisa membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah ke hati. Kolestrol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki, atau di atas 50 mg/dl untuk perempuan.Penyebab kolestrol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan merokok. Selain itu hormon testosteron pada laki-laki, steroid anabolik, dan progesteron bisa menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen perempuan menaikkan HDL.
Untuk prosedur pemerikasaannya yaitu tambahkan serum 100 µl dengan reagen pengendap 250 µl. inkubasi selama 15 menit pada suhu kamar (37o). Sentrifugasi selama 20 menit pada kecepatan 2500 . biarkan 1 jam ambil supernatant atau bagian yang beningnya) sebanyak 50 µl . Masukan ke tabung reaksi. Tambahkan reagen kolestrol 500 µl pada tabung reaksi. Inkubasi selama 10 menit pada suhu kamar (37o). lalu uji pada spektrofotometri. Dari praktikum ini didapatlah hasil 23,60 mg/dL, dari hasil ini dapat dikategorikan tidak normal karena untuk nilai normal yaitu jika  di bawah 40 mg/dL dianggap rendah (buruk) bagi laki laki, dibawah 50 mg/dL dianggap rendah bagi perempuan.50 mg/dL sampai 59 mg/dL  dianggap sedang .Dan di atas 60 mg/dL dianggap baik.



KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang kelompok kami lakukan  dapat disimpulkan bahwa kadar HDL sebesar 23.60 mg/dL dianggap buruk bagi laki-laki maka beresiko penyakit jantung jika kadar normal HDL sebagai berikut : di bawah 40 mg/dL dianggap rendah (buruk) bagi laki laki, dibawah 50 mg/dL dianggap rendah bagi perempuan.50 sampai 59 mg/dL  dianggap sedang .Dan di atas 60 mg/dL dianggap baik.


Jumat, 22 September 2017

analisis golongan fenol pada rivanol

Pembahasan

pada praktikum ini yaitu tentang analisis kualitatis golongan fenol  . dengan tujuan nya yaitu untuntuk menganalisis sampel yang tidak diketahui . sampel tersebut merupakan diantara lima sampel pilihan yaitu diantaranya nipagin, nipasol, risorcin, phenol dan rivanol.pada sampel ini  saat di uji organoleptik bahwa sampel tersebut memiliki ciri ciri larutan nya berwarna kuning kehijauan, bau khas yang lemah tidak keruh dan larut dalam air . diduga sampel tersebut merupakan rivanol karena ciri-ciri organoleptiknya mirip dengan rivanol menurut literatur pada farmakope indonesia edisi III tahun 1979 pada halaman 62. untuk membuktikannya dilakukan uji penegasan dengan mereaksikansampel dengan NaOH  dan hasilnya berwarna kuning yang hasilnya warna kuning sesuai literatur .reaksi kimia yang terjadi antar rivanol dengan NaOH yaitu
C18H21N3O4.H2O + NaOH -->  C18H22N3O5Na + H2O
untuk uji penegasan kedua yaitu sampel dilarutkan dengan DAB.HCL menghasilkan merah jingga dan hasilnya sesuai literatur. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat vidio dibawah ini jangan lupa SUBSCRIBE ya